Minggu, 10 Juni 2012

farewell love



farewell love

Farewell ... separation
Not possible because all
my heart tormented
You were so

Any kind of wind .. long entrusted to her
We currently can not be shared
Because different story

my dear ...
Take care of yourself,
smoga you find the best

From far away I pray
You're fine

hum I miss chanting
moans without you .. my heart is fragile
about you



Sabtu, 09 Juni 2012

love is painful


love is painful


i'm not begging you to love me
i'm not really even asking you.
but, wouldn't it be all right
if i cherished the hope in my heart??
if i yearned to hold your hand
if you only hurt me- not you
if you notice me
my heart would be aching -not yours
but if you did notice me,
or even ,by any chance
gazed into your eyes
i would try not to tremble
but ,please,
don't ask me not to love you

How to Make Fried Rice


How to Make  Fried Rice
yet simple recipes with great taste This Fried Rice  is suitable in the morning for the opening day,
this is how to make it easy and fun :
1.        Cook the rice, then rinse under cold water till cool (or you can use left over rice from the previous day).
2.        Work 1 Tbsp oil into it.
3.       Leave it to drain.
4.        Heat 1 Tbsp oil in a wok. Heat 1 Tbsp oil in a wok.
5.        Add cumin seeds and eggs then cook them, stir frying all the time so that they are cooked to a scramble. Add cumin seeds and eggs then cook them, stir frying all the time so that they are cooked to a scramble.
6.        Keep aside till ready to use. Keep aside till ready to use.
7.       Heat the rest of the oil in the wok. Heat the rest of the oil in the wok.
8.       Add the garlic and onion and stir-fry together over high heat for about 5 minutes or till the onion looks transparent, but is not soft. Add the garlic and onion and stir-fry together over high heat for about 5 minutes or till the onion looks transparent, but is not soft.
9.       Add the rice, Soya sauce, chilli sauce, vinegar and celery and mix together continuing to stir-fry over high heat. Add the rice, Soya sauce, chilli sauce, vinegar and celery and mix together continuing to stir-fry over high heat.
10.    Serve hot, garnished with the scrambled egg. Serve hot, garnished with the scrambled egg.

How to Make Meatball Soup


How to Make Meatball Soup
This soup is suitable in the morning for the opening day, this is how to make it easy and fun :
1.       Fill a large soup pot halfway with warm water and put it on low heat.
2.       Put pound ground beef, chopped medium yellow onion, egg, oatmeal, seasoned salt and black pepper in large bowl.
3.       Mix all together until mixed well and stick together.
4.       Roll all the meat into small meatballs and place them in the pot.
5.       Turn heat on medium.
6.       When meat balls do they will float to the top.
7.       Put in lipton chicken noodle soup mix and cook until the noodles are soft.
8.       Enjoy your meatball soup.





Minggu, 15 April 2012

gagasan pencegahan kemiskinan di indonesia

Masalah kemiskinan memang telah lama ada sejak dahulu kala. Pada masa lalu umumnya masyarakat menjadi miskin bukan karena kurang pangan, tetapi miskin dalam bentuk minimnya kemudahan atau materi. Dari ukuran kehidupan modern pada masakini mereka tidak menikmati fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kemudahan-kemudahan lainnya yang tersedia pada jaman modern.
Kemiskinan sebagai suatu penyakit sosial ekonomi tidak hanya dialami oleh negara-negara yang sedang berkembang, tetapi juga negara-negara maju, seperti Inggris dan Amerika Serikat. Negara Inggris mengalami kemiskinan di penghujung tahun 1700-an pada era kebangkitan revolusi industri yang muncul di Eropah. Pada masa itu kaum miskin di Inggris berasal dari tenaga-tenaga kerja pabrik yang sebelumnya sebagai petani yang mendapatkan upah rendah, sehingga kemampuan daya belinya juga rendah. Mereka umumnya tinggal di permukiman kumuh yang rawan terhadap penyakit sosial lainnya, seperti prostitusi, kriminalitas, pengangguran.
Amerika Serikat sebagai negara maju juga dihadapi masalah kemiskinan, terutama pada masa depresi dan resesi ekonomi tahun 1930-an. Pada tahun 1960-an Amerika Serikat tercatat sebagai negara adi daya dan terkaya di dunia. Sebagian besar penduduknya hidup dalam kecukupan. Bahkan Amerika Serikat telah banyak memberi bantuan kepada negara-negara lain. Namun, di balik keadaan itu tercatat sebanyak 32 juta orang atau seperenam dari jumlah penduduknya tergolong miskin.
Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya mempunyai 49,5 juta jiwa penduduk yang tergolong miskin (Survai Sosial Ekonomi Nasional / Susenas 1998). Jumlah penduduk miskin tersebut terdiri dari 17,6 juta jiwa di perkotaan dan 31,9 juta jiwa di perdesaan. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat banyaknya dibanding angka tahun 1996 (sebelum krisis ekonomi) yang hanya mencatat jumlah penduduk miskin sebanyak 7,2 juta jiwa di Perkotaan dan 15,3 juta jiwa perdesaan. Akibat krisis jumlah penduduk miskin diperkirakan makin bertambah.
Ada dua kondisi yang menyebabkan kemiskinan bisa terjadi, yakni kemiskinan alamiah dan karena buatan. Kemiskinan alamiah terjadi antara lain akibat sumber daya alam yang terbatas, penggunaan teknologi yang rendah dan bencana alam. Kemiskinan “buatan” terjadi karena lembaga-lembaga yang ada di masyarakat membuat sebagian anggota masyarakat tidak mampu menguasai sarana ekonomi dan berbagai fasilitas lain yang tersedia, hingga mereka tetap miskin. Maka itulah sebabnya para pakar ekonomi sering mengkritik kebijakan pembangunan yang melulu terfokus pada pertumbuhan ketimbang pemerataan.
karena itu saya mempunyai gagasan yag tepat untuk mengatasi kemisiknan yaitu sebagai berikut:
  1. melakukan pemeretaan pertumbuhan ekonomi agar tidak ada lagi kesenjangan sosial.
  2. meningkatakan sumber daya manusia .
  3. menciptakan berbagai lapangan pekerjaan di berbagai sektor .
  4. melakukan modernisasi di daerah daerah yang tertingal.




Sabtu, 14 April 2012

noun clause

Pengertian noun clause

Noun clause adalah klausa yang berfungsi sebagai nomina. Karena fungsinya sebagai nomina, maka noun clause dapat menduduki posisi-posisi berikut:

  1. Subjek kalimat (subject of a sentence)
  2. Objek verba transitif (object of a transitive verb)
  3. Objek preposisi (object of a preposition)
  4. Pelengkap (complement)
  5. Pemberi keterangan tambahan (noun in apposition)
Untuk lebih jelasnya, perhatikanlah contoh-contoh di bawah ini!

Noun clause sebagai subjek kalimat

Contoh:
What you said doesn’t convince me at all.
How he becomes so rich makes people curious.
What the salesman has said is untrue.
That the world is round is a fact.

Noun clause sebagai objek verba transitif

Contoh:
I know what you mean.
I don’t understand what he is talking about.
He said that his son would study in Australia.
Verba yang dapat diikuti noun clause dalam hal ini that-clause antara lain adalah:
admit : mengakui
realize : menyadari
announce : mengumumkan
recommend : menganjurkan
believe : percaya
remember : ingat
deny : menyangkal
reveal : menyatakan, mengungkapkan
expect : mengharapkan
say : mengatakan
find : menemukan
see : melihat
forget : lupa
stipulate : menetapkan
hear : mendengar
suggest : menganjurkan
inform : memberitahukan
suppose : mengira
know : tahu, mengetahui
think : pikir, berpendapat
promise : berjanji
understand : mengerti
propose : mengusulkan
wish : ingin, berharap

Noun clause sebagai objek preposisi

Contoh:
Please listen to what your teacher is saying.
Budi pays full attention to how the native speaker is pronouncing the English
word.
Be careful of what you’re doing.

Noun clause sebagai pelegkap

Contoh:
The good news is that the culprit has been put into the jail.
This is what I want.
That is what you need.

Noun clause sebagai noun in apposition

Contoh:
The idea that people can live without oxygen is unreasonable.
The fact that Rudi always comes late doesn’t surprise me.

Kamis, 12 April 2012

Conditional sentences

Conditional sentences hanya bisa dengan mudah dipahami bila Anda telah menguasai Tenses yang telah kami posting sebelumnya.

Conditional Sentences(Kalimat Pengandaian) menjelaskan bahwa sebuah kegiatan bertentangan dengan kegiatan yang lain. Conditional yang paling umum adalah Real Conditonal dan Unreal Conditonal, kadang-kadang disebut juga if-clauses.

Real Conditional (sering juga disebut juga dengan Conditional Tipe I) yang menggambarkan tentang mengandai-andai sesuai dengan fakta.

Unreal Conditional (sering juga disebut sebagai Conditional Tipe II) yang menggambarkan tentang pengandaian yang tidak nyata atau berimajinasi.

Ada juga Conditional yang ke-3 yang sering disebut dengan Conditional Tipe III, digunakan sebagai penyesalan yang terjadi di masa lampau dan zero conditional, digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang sudah pasti benar.

Catatan: Jika klausa "if" diletakkan di awal kalimat, kita harus menggunakan koma (,). Sebaliknya jika klausa "if" berada di belakang, maka tidak perlu ada koma

Zero Conditional

Digunakan untuk mengekspresikan kebenaran umum. Tense yang digunakan biasanya Present Simple Tense

Conditional I

Digunakan untuk mengekspresikan pengandaian yang dibuat berdasarkan fakta di masa sekarang atau masa yang akan datang dan pengandaian ini bisa saja terjadi. Klausa 'if' biasanya dalam bentuk Present Simple Tense.

Contoh:

If you come on time, You will find me there.

Kalimat ini mengindikasikan kemungkinan untuk bertemu dengan saya sangat mungkin karena syarat-syaratnya ada/bisa dipenuhi.

Kita sering menggunakan unless yang artinya 'jika... tidak

I won't mark your homework,unless you hand it in.

Conditional Tipe II

Digunakan untuk mengekspresikan situasi yang tidak nyata di masa sekarang atau masa yang akan datang. Tipe ini digunakan untuk mengekspresikan sebuah harapan. Tenses yang digunakan dalam klausa IF adalah Past Simple Tense.

Contoh:

If I won the lottery,I would buy a new house.

Di sini, kemungkinannya masih 50:50.

Conditional Tipe III

Digunakan untuk mengekspresikan sebuah kondisi di masa yang lampau yang tidak mungkin akan terjadi lagi. Sering digunakan untuk mengkritik atau penyesalan. Tenses yang digunakan dalam Klausa IF adalah Past Perfect Tense.

Contoh:

If I had worked harder,I would have passed my exam.

Sayangnya, saya kurang maksimal berusaha sehingga saya tidak berhasil lulus.